KSPAN adalah singkatan dari Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba yang merupakan sebuah kelompok yang biasanya ada di sekolah-sekolah terutama di tingkat SMP dan SMA. Tujuan program didalam KSPAN ini adalah memberi kesempatan kepada siswa-siswi untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik dalam hal kegiatan Kesehatan Reproduksi Remaja dan konseling serta penangulangan HIV –AIDS dan Narkotika khususnya KSPAN
Kelompok siswa peduli aids dan narkoba

SISMA

KSPAN
KABAR KITA
Inilah Serangga Penyebar Wabah AIDS Versi Baru
Dinkes Bali: HIV/AIDS di Bali Meningkat
{ 3 }
{ 4 }
Lomba Kspan Tingkan Provinsi Bali
Universitas Benin di Nigeria Umumkan Penemuan Obat HIV/AIDS
Kamis, 11 Juli 2013
Menurut informasi yang dilansir situs m.beritahukum.com pada 9 Januari 2013 lalu, Pengelola Universitas Benin (UNIBEN) Nigeria mengumumkan penemuan obat herbal baru yang dapat mengalahkan HIV dan AIDS.
Lebih lanjut, Dekan Sekolah Dasar Ilmu Kedokteran UNIBEN Isaiah Ibeh mengungkapkan, obat herbal tersebut telah menjalani serangkaian uji coba yang berhasil di laboratorium oleh ahli medis di Nigeria dan Amerika Serikat. Obat tersebut lulus dalam uji coba yang lebih sulit.
{ 1 }
Bali Diprediksi Alami Ledakan Kasus HIV/AIDS
{ 2 }
Jumat, 2 Agustus 2013
KSPAN7 diberikan kepercayaan untuk mewakili kota Denpasar dalam Perlombaan Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN) tingkat Provinsi Bali.
Untuk itu diharapkan oada seluruh siswa/i SMA NEGERI 7 DENPASAR agar ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Senin, 17 Juni 2013
Makin gencarnya program-program dalam menangani kasus HIV/AIDS di Bali serta meningkatnya kesadaran masyarakat dengan faktor risiko menjalani tes pemeriksaan HIV, membuat kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Bali terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini menyebabkan kasus HIV/AIDS di Bali diprediksi mengalami ledakan kasus selama lima tahun ke depan. Hal ini dipaparkan Direktur Yayasan Gaya Dewata Christian Supriyadinata dalam acara media gathering di Bali Coffee 63 Jalan Veteran Denpasar, Sabtu (15/6).
''Lima tahun ke depan kasus HIV/AIDS di Bali diprediksi pecah kemudian stabil dan menurun,'' ujarnya.
Belum lama ini ilmuwan berhasil mengidentifikasi sebuah serangga pemakan darah yang diklaim menyebarkan penyakit AIDS versi baru. Bedanya penyakit yang ditularkan bukan berupa penyakit AIDS dalam arti sebenarnya, melainkan wabah penyakit Chagas.
Serangga tersebut diberinama Triatome. Ia meracuni tubuh manusia yang digigitnya dengan penyaki yang disebut dengan Chagas, yakni sebuah penyakit parasit tropis yang disebabkan oleh protozoa berflagel.
Baca Selengkapnya...
BERITA SEKITAR KITA
Rabu-Kamis, 26-28 Juni 2013
Diharapkan bagi siswa/i yang mengikuti Ekstra KSPAN7 , agar mengikuti kegiatan Jambore yang diadakan di Wisma Nangun Kerti, Bedugul.
Untuk Informasi lebih lanjut akan dijelaskan saat kegiatan ekstrakulikuler berlangsung , atau silahkan datang ke sekertariat KSPAN7.
Jambore KSPAN


Sabtu, 4 mei 2013
KBR68H, Denpasar - Pemerintah Bali mencatat jumlah HIV/AIDS bertambah sekitar 100 kasus dalam satu bulan. Sebelumnya, jumlah kasus HIV di Bali hanya sekitar 50 setiap bulannya. Kepala Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suarjaya mengatakan, penaikan jumlah kasus ini terjadi sejak awal tahun lalu. Kata dia, meningkatnya kasus HIV/AIDS di Bali disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan kondom.
“Jadi yang kasus ini pada heteroseksual, karena angka penggunaan kondom itu sangat rendah, di bawah 30 persen, pada kasus-kasus yang beresiko. Itulah penyebabnya kasusnya meningkat terus penambahanya lebih kurang 100 kasus. Tahun 2012 itu setiap bulan sudah 100 kasus,” kata Ketut Suarjaya.
Kepala Dinas Kesehatan Bali, Ketut Suarjaya menambahkan, pihaknya saat ini mancatat sekitar 7300 lebih kasus hingga April lalu. Dia prihatin, penularan HIV saat ini terjadi pada usia produktif. Kata dia, 75 persen penularan menyerang kelompok umur 20 hingga 39 tahun.
///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
HOT NEWS!
Sebanyak 33 orang asing yang pernah mengunjungi atau tinggal Bali, positif menderita HIV / AIDS
Hal ini disampaikan Komisi AIDS Daerah (KPA),Dr Mangku Karmaya seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (2/5/2013).
Menurut Mangku, dari data yang dikumpulkan sejak tahun 1987-2013, hasilnya 16 dari 33 penderita HIV / AIDS tidak diketahui. 17 diantaranya berasal dari Timor Leste dan Amerika Serikat (masing-masing empat orang), Perancis (dua), Australia, Belanda, Kanada, Eropa, Irlandia, Italia dan Swiss.
"Warga asing pertama yang meninggal karena AIDS di Bali berasal dari Belanda pada tahun 1987. Dalam 27 tahun terakhir, hingga saat ini terdapat 7.291 kasus HIV/AIDS. Dengan total pembawa virus HIV/AIDS 3.459 dengan 3.832 kasus penderita," jelasnya.
